Jakarta — Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam mendadak memicu polemik luas dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Karya setebal 346 halaman terbitan Atmosphere Publishing House tersebut menuai sorotan tajam setahun setelah dirilis pada Agustus 2025.
Dikutip dari laporan tutur.co.id, buku yang ditulis oleh Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas itu menuai kritik publik lantaran isinya dinilai tidak mencerminkan judul yang diusung. Rangkuman publik di media sosial menyoroti bahwa isi buku bukanlah elaborasi orisinal mengenai praktik keislaman Prabowo, melainkan kompilasi testimoni dan tulisan sejumlah tokoh—seperti Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra hingga politisi Ahmad Muzani—mengenai kepemimpinan serta sisi religiusitas sang presiden.
Buku tersebut dinilai kehilangan objektivitas dan minim nalar kritis karena hanya memuat glorifikasi sepihak. Narasi yang dibangun bahkan menuai perdebatan saat secara eksplisit membandingkan figur kepemimpinan Prabowo dengan sosok khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Kontroversi kian meruncing setelah mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB Muhammad Zainul Majdi, mengonfirmasi pencatutan namanya secara sepihak. Pada halaman 241, nama tokoh asal Lombok itu dicantumkan sebagai penulis artikel bertajuk visi keislaman dan moderasi keagamaan Prabowo. Menanggapi pertanyaan warganet di Instagram, TGB secara tegas membantah dan menegaskan dirinya tidak pernah berkontribusi maupun mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.
Polemik ini kian mempertegas kritik publik atas rendahnya etika verifikasi dan izin editorial dalam penerbitan karya bertema politik-keagamaan, yang kini berujung pada gugatan moral atas validitas isi buku tersebut.
