-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sherina Terjun ke Lokasi Karhutla Kalimantan, Bantu Padamkan Kobaran Api

Rabu, 02 September 2026 | September 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-02T23:59:18Z



Jakarta — Pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung wilayah Kalimantan Tengah menggerakkan kepedulian aktris sekaligus musisi Sherina Munaf. Bersama Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, ia memilih terjun langsung ke garda depan membantu operasi pemadaman di sejumlah titik api.

Dikutip dari pemberitaan Republika.co.id, Sherina membagikan pengalamannya menembus kabut asap tebal sejak perjalanan udara dari Jakarta. Bau sangit dan pekatnya asap bahkan sempat menyusup ke dalam kabin pesawat hingga mengganggu jarak pandang pendaratan.

Setibanya di Kalimantan Tengah, Sherina bergegas menemui petugas Dinas Kehutanan, berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta menyalurkan bantuan logistik penunjang bagi relawan lapangan.

Keesokan harinya, ia menyambangi kawasan gambut yang dilanda kebakaran parah, mulai dari Taman Wisata Alam Galeget Tiawu, Hiu Putih, hingga area Tambore yang berjarak sekitar 2,5 jam dari Kota Palangka Raya. Sherina turut memegang selang dan membasahi tanah membara di area yang hanya berjarak 200 meter dari gedung FMIPA Universitas Palangka Raya, seraya mengapresiasi ketangguhan mahasiswa yang bertahan memadamkan api hingga malam.

Selain operasi di darat, Sherina meninjau Pusat Rehabilitasi Orang Utan Nyaru Menteng untuk memantau keselamatan sekitar 200 ekor satwa langka yang terancam kepungan asap dan api.

Di tengah ancaman ekologis ini, BOS Foundation turut membuka program adopsi virtual guna menjamin keberlanjutan proses rehabilitasi satwa payung tersebut. Aksi pelestarian ini ikut didukung sederet figur publik seperti Gading Marten, Dimas Anggara, Amanda Zahra, dan Tamara Dai.

Langkah konkret ini mempertegas urgensi penyelamatan paru-paru dunia. Kehilangan hutan tropis dan keanekaragaman hayati Kalimantan bukan sekadar bencana regional, melainkan ancaman pelepasan karbon skala masif yang mempercepat laju krisis iklim global.

×
Berita Terbaru Update