Jakarta — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan lima gunung api aktif di Indonesia kini berada pada status Level III atau Siaga. Kondisi ini menunjukkan adanya eskalasi aktivitas vulkanik yang nyata, sehingga masyarakat di sekitar lereng diminta memperketat kesiapsiagaan dan mematuhi batas zona aman.
Dikutip dari laporan Tirto.id, kelima gunung berapi tersebut tersebar di wilayah Sumatra, Jawa, hingga Nusa Tenggara, meliputi Gunung Anak Krakatau, Sinabung, Semeru, Merapi, dan Lewotobi Laki-laki. Masing-masing gunung memiliki karakteristik ancaman serta radius bahaya yang bervariasi.
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sempat mengalami rangkaian erupsi menerus pada 4–6 September, dengan rekomendasi larangan mendekat dalam radius 3 kilometer. Sementara itu, Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang menyandang status Siaga sejak akhir Agustus menunjukkan kepulan asap tebal hingga 500 meter, dengan penyesuaian radius sektoral selatan-tenggara menjadi 5 kilometer.
Di Pulau Jawa, Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mencatat erupsi pada Senin (7/9) pagi dengan durasi 112 detik. Di sisi lain, Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih mempertahankan status Siaganya sejak November 2020, ditandai dengan tingginya intensitas gempa guguran dan gempa fase banyak yang mencerminkan dinamika suplai magma.
Adapun Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur melengkapi daftar tersebut dengan status Siaga yang berlaku sejak Mei, menyusul tingginya rekaman gempa vulkanik dalam. Otoritas kebencanaan melarang warga beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat yang bermukim di Kawasan Rawan Bencana (KRB) diimbau terus memantau pembaruan data resmi dari Magma Indonesia serta menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan.
