-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Viral Sentilan Penjual Gorengan: Jualan di Pinggir Jalan Aman, Kenapa Program MBG Malah Sering Keracunan?

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T00:18:13Z




Jakarta — Jagat media sosial kembali diramaikan oleh kritik tajam sekaligus menggelitik dari masyarakat akar rumput terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebuah unggahan dari seorang pedagang gorengan kaki lima mendadak viral usai membandingkan standar kebersihan dagangannya dengan realitas program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.


Dikutip dari utas yang ramai dibagikan di media sosial, pedagang tersebut meluapkan keheranannya terhadap kasus keracunan makanan yang berulang kali menimpa para penerima manfaat MBG di berbagai daerah. Padahal, proyek berskala nasional yang menelan anggaran fantastis tersebut semestinya dijalankan dengan standar sanitasi tinggi, pengawasan ketat, serta melibatkan tenaga ahli gizi.


Secara blak-blakan, sang pedagang merefleksikan usahanya sendiri yang berjualan tepat di tepi jalan raya. Ia mengakui gerobak dagangannya kerap dianggap jauh dari standar higienis karena terpapar debu jalanan dan tanpa penutup rapat. Namun, selama bertahun-tahun melayani pembeli, ia menegaskan tidak pernah sekalipun ada pelanggannya yang mengeluhkan sakit perut, diare, apalagi mengalami keracunan massal.


"Jualan di pinggir jalan, kata orang nggak higienis dan nggak pakai penutup, tapi pembeli aman-aman saja, nggak ada yang mencret. Ini program yang katanya dipantau ahli gizi dan disiapkan di tempat tertutup, kok malah bolak-balik bikin anak-anak keracunan?" tulis narasi yang viral tersebut.


Unggahan itu sontak memantik gelombang reaksi dan simpati warganet sebagai potret ironi di tengah masyarakat. Publik menilai fenomena ini menjadi tamparan keras bagi tata kelola rantai pasok dan kontrol kualitas penyedia katering MBG di lapangan, sekaligus menuntut evaluasi menyeluruh agar keselamatan para penerima manfaat tidak terus dikorbankan.

×
Berita Terbaru Update